Jumat, 06 Maret 2015

PESAN SINGKAT

Beberapa catatan kecil 'catcil' sengaja saya titipkan di tewiter (baca: twitter). Silakan sesekali mengunjungi catcil saya di sana. Berikut catatan kecil saya untuk sidang pembaca sekalian.

Belajar Membawa Beban

Suatu malam Ukkaasyah ingin ikut ayah membeli gas. Isi ulang tabung ‘melon’ di tetangga sebelah. Pada awalnya ayah berpikir anak-anak tidak perlu ikut. Alasannya supaya cepat, tidak ribet. Ukkaasyah masih meminta ikut. Lalu ayah pun berubah pikiran. Insya Allah ini bias dijadikan pembelajaran buat dia. Temanya adalah belajar membawa beban.
Sepeda lipat dikeluarkan. Di atas boncengan itu ayah letakkan tabung hijau yang masih kosong. Ukkaasyah masih berdiri di samping sepeda. Setelah ayah pastikan posisi tabung seimbang, “Mas Ukkaasyah, coba ayah akan mendampingi, kamu yang menuntun sepeda”, pinta ayah. Menggunakan sepeda sebagai alat pembawa beban tabung memang lebih ringan. Anak-anak tidak mengangkat beban diluar kesanggupannya. Dengan sepeda itu anak belajar keseimbangan. Usia kelas 3 SD ayah rasa sudah mampu melakukannya. Sebagai konsekuensinya, orang tua harus bersedia mendampingi saat di awal-awal melakukannya. Insya Allah dua-tiga kali ia melakukan hal yang sama berikutnya akan mudah dan lancar dengan sendirinya.
ANak-anak perlu dolatih membawa beban sesuai dengan tahapan usianya. Mereka harus ditempa dengan latihan-latihan mengahadapi masalah. Sekali lagi sesuai dengan batas kesanggupan di usia mereka. Islam mendidik umatnya dengan pelaksanaan kewajiban sesuai dengan batas kesanggupannya. Didiklah anak-anak kita dengan belajar membawa beban sesuai dengan kesanggupan mereka. Wallahu a’lam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar