Judul Buku : Andai Aku Burung (لو كنت طائرا)
Penulis : Dr. Salman al-‘Audah
Penerjemah : Umar Mujtahid, Lc.
Penerbit : Mutiara Publishing
Cetakan : Pertama, Pebruari 2014
Dimensi : viii + 240 halaman, 15,5 x 23,5 cm
ISBN :
978-602-9475-47-0
Buku karya Dr.
Salman al-Audah, seorang ulama yang terkenal di Saudi Arabia mempunyai banyak
keunggulan. Salah satunya adalah kalimat singkat yang aplikastif. Karena itu
catatan beliau bagi manusia modern seperti sekaranag ini patut bahkan ‘harus’
dimiliki. Meski pada zaman ini teknologi dan media sosial seperti facebook dan
tweeter hampir melekat 24 jam dengan kita. Saat jam tidur pun, mesin teknologi
itu masih tetap bekerja. Mereka yang tidak betah dengan ‘keruwetan’ online
dapat mengakses catatannya dalam bentuk tercetak di buku ini.
Buku ini adalah
buah pikiran nasihat luar biasa di ‘tweet’ @isalman_alodah akun Dr.
Salam al-Audah. ‘Kicau’-nya telah
mendapat perhatian 4.000.000 (empat juta) follower. Mungkin hari ini sudah
bertambah lagi.
Dengan buku ini
ada yang bisa memberdayakannya lebih luas dan mendalam. Seorang bisa
mengutipnya untuk dijadikan update status atau nge-tweet dengan harapan
bisa menggerakkan hati para pembacanya. Tentu media sosial yang hari ini
menjelajah kemana-mana tidak terbatasi oleh teritorial negeri begitu mudah
diakses. Dengan kemudahan itu pula bisa diajdikan alat dan senjata da’wah yang
mujarab dengan segmentasi spesifik. Ada yang untuk spesifik remaja dengan
bahasa tidak begitu formal. Bagi orang dewasa bisa digunakan model kalimat
filosofis penuh hikmah dan perenungan.
Dr. Salman yang
punya akun facebook isalman.alodah mengetengahkan isi buku ini dengan nasehat-nasehat menyentuh kalbu.
Ungkapan indah dan sastra tinggi dapat merasuk ke dalam jiwa pembacanya. Mereka
yang dilanda galau, kesedihan, dan putus asa, bisa merasakan dorongan kalimat
positifnya.
Andai Aku
Burung, sebuah buku dengan cover putih biru yang simpel dengan 240 halaman
adalah salah satu dari sekian banyak karyanya yang mendunia. Terbitan Mutiara
Publishing ini perlu segera dimiliki. [Iliya’ Hud AM. – Santri Pesantren Persis
Bangil]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar