![]() |
| smile for free |
Berangkat dari rumah saya tidak lagi menekan tombol starter si blacky. Melainkan mengubah ritual menjadi menggembok gerbang rumah. Biasanya keluar rumah saya berbelok ke kiri, malam itu saya pilih belok kanan saja. Dan biasanya saya melintasi gang kampung dalam waktu sangat singkat. Ketika saya berjalan kaki, sejumlah tetangga yang masih bersantai di beranda rumah bisa saya sapa dengan senyum dan salam.
Di ujung gang saya dikejutkan seekor tikus yang baru keluar dari bak sampah. Wow gitu. Sensasional sekali. Sebuah atraksi malam yang melintas tak terduga sebelumnya.
Di luar gang saya sudah membayangkan akan ada sensasi-sensasi lain yang bakal lebih menarik. Benar saja. Keluar dari gang, saya harus menunggu dua kendaraan besar berpapasan melintas. jalan yang tidak begitu lebar membuat salah satu kendaraan harus mengalah.
Biasanya jalan ini saya lewati hanya dalam waktu kira-kira 1 menit dengan sepeda motor. Berhubung saat ini saya berjalan kaki, harus saya tempuh hampir 5 menit. Dan selama hampir lima menit itu pula saya dihinggapi rasa penasaran apa-apa yang saya lewati.
Seorang penjaga konter air isi ulang duduk sambil memainkan handphone layar sentuh. Pemuda belasan tahun itu nampak senyum-senyum berhadapan dengan gadget itu. Mungkin saja ia sedang membaca update status lucu. Ya. Menarik sekali anak muda itu. Semoga senyumnya benar-benar memberikan keceriaan hidupnya.
Setelah melintasi pemuda itu. Suguhan berikutnya warung soto Lamongan yang begitu ramai pembeli. Parkir di depan warung sepanjang 15 meter penuh terisi. Luar biasa. Keistiqamahan pedagang soto menginspirasi pembaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Padahal setahun lalu warung soto itu sempat diisukan jelek. Lantaran kurang menjaga kebersihan peralatan masaknya. Hingga dikabarkan ada bangkai anak tikus yang terangkut disajikan kepada pembeli. Subhanallah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar