Minggu, 23 Oktober 2011

TENAGA DALAM



Ketika mempersiapkan tenaga adalah sebuah keharusan. Dalam setiap kesempatan kita harus terbiasa dengan mempersiapkan tenaga. Baik fisik maupun mental. Mengapa harus terbiasa ? Karena kemungkinan besar kita akan menghadapi sesuatu yang tidak pernah kita rencanakan.Boleh kita berencana. Namun keputusan akhir tetap Allah yang berkuasa. Sedikitpun manusia tidak mampu menolak keputusan Nya. Maka persiapan lahriah dan bathiniyah memang mutlak dibutuhkan kapan dan dimana saja. Jika sewaktu-waktu keadaan mendesak kita tidak gusar, gugup, panik dan sebagainya. Lantaran kita telah memiliki bekal yang cukup prima.Bekal yang perlu kita persiapkan paling utama adalah taqwa. Mempersenjatai diri dengan taqwa. Perangkat lunak yang paling ampuh dalam menghadapi berbagai halang rintang kehidupan. Urusan taqwa memiliki pengaruh yang kuat terhadap orang yang – berusaha menuju – taqwa.Kedua, bekal ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang mendatangkan kebaikan bagi diri. Mampu meningkatkan amal shalih. Dengan menguasai satu ilmu jiwa raganya terpanggil untuk mengamalkan apa yang telah diketahuinya. Biar sedikit yang terpenting terwujud dalam amal. Ilmu yang mengantarkannya menjadi orang yang mengerti akan makna ilmu yang sebenarnya.Ketiga, bekal amal yang konsisten. Ilmu yang sudah membentuk pribadi yang taat perlu perawatan rutin. Sikap konsisten menjadi bekal penting bagi langgengnya amal kebaikan yang sudah dibangun. Agar amal itu tetap terjaga. Warna amal semakin cemerlang. Mencerahkan jiwa yang setiap saat bisa saja tergoda menyimpang. Mewarnai diri dengan kegelapan yang membahayakan.Keempat, bekal hati yang bersih. Hati yang bersih adalah ketulusan. Ketulusan yang utuh. Tulus mengabdi hanya kepada Allah SWT. Hatinnya bersih dari kesyirikan. Tulus meneladani Rasulullah SAW. Hatinya bersih dari hal-hal yang tidak disyariatkan. Tulus mengikuti pemimpin umat. Hatinya bersih sehingga kritis jika melihat penyimpangan yang dilakukan. Tulus berkehidupan sosial. Hatinya bersih dari sifat sombong, dengki, dan dusta.Kelima, bekal fisik yang sehat. Kekuatan raga yang prima harus terjaga. Ingat masa sehat sebelum datang sakit. Manfaatkan, berdayakan, dan gunakan potensi nikkmat sehat untuk kebaikan tanpa putus. Ingatkan semua hak-hak fisik agar mendapatkan porsinya yang wajar. Jangan memaksakan fisik jika ia tidak memiliki kesanggupan dalam mengerjakan. Rawat kesehatan dengan baik. Konsumsi, olah raga, dan istirahat secara teratur. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar