Minggu, 23 Oktober 2011

MASALAH LAGI



Ketika . . .
Seseorang menghadapi permasalahan ia harus siap. Artinya jauh sebelumnya harus memperiapkan diri. Kehidupan ini bakal menantang arus. Memahami hakekat kehidupan ini sangat berpengaruh dalam bersikap terhadap ujian. Jika orang memahami hidup ini sebagai tempat bersenang-senang dan akhir dari segalanya adalah kematian, maka dapat dipastikan seluruh kehidupannya dicurahkan untuk menggapai kesenangan. Aktivitas fisik maupun mental tertuju pada tujuan senang. Tidak peduli apakah ia merugikan kesehatan atau tidak yang penting senang.
Mungkin sebagian lain berbpendapat bahwa hidup harus berbuat baik. Tujuannya untuk mendapat kebaikan dari orang lain. Karena pada prinsipnya siapa ingin dibaiki orang lain maka berbuatlah kebaikan untuk orang lain. Adanya timbal balik yang seimbang. Mengharap sesuatu dari yang kita kerjakan.
Sementara ada orang-orang yang tulus melakukan kebaikan. Mereka tenang dalam bekerja untuk sebuah tujuan mulia. Tidak mengharap balasan dari manusia. Rela dengan segala konsekuensi yang diterima. Karena keyakinannya ada pada nilai kebaikan pasti terbalas dengan kebaikan pula. Bukan pengharapan kepada makhluk lemah seperti manusia. Kebaikan demi kebaikan dilakukan tanpa dipengaruhi ada dan tidaknya pujian. Untuk sebuah kebaikan, niatkan tulus mengharap ridha Allah SWT. Faidza faraghta fanshab wa ila rabbika farghab.
Sunday, 29 Thoul Ki'dah, 1425 H [05:23:31 am]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar