| Keep Smile: Utbah Adi Hadi |
Nampaknya saya harus mengatur strategi. Mas Ukkaasyah mulai mendesak supaya segera jalan-jalan. Alur komunikasi Ukkaasyah tidak langsung kepada Utbah. Dia mendesak saya segera ambil sikap. Bahasanya menjadi perintah tinggalkan saja Utbah. Kalau begini mungkin jadi ganjalan nantinya.
Desakan Ukkaasyah tidak terlalu saya hiraukan. Saya masih tetap fokus memberi pengertian kepada Utbah. Bunda yang sedang berada di kamar tidak terlibat situasi ini. "Utbah, waktu subuh masih cukup. Boleh, kakak shalat 2 rakaat baru kita jalan pagi, bagaimana?", sambil saya meyakinkan Ukkaasyah.
Tanpa hambatan berat, Utbah berdiri dan langsung ke kamar mandi. Selesai wudhu dia menghampiri Bunda di kamar dan langsung menunaikan shalat subuh. Usai Shalat, Ukkaasyah, Utbah bersepeda, Unaisah digendong ayah jalan-jalan keliling sekitar kampung.
Disela jalan-jalan pagi kami istirahat di depan pertokoan. Ada kursi kayu panjang yang kami manfaatkan untuk duduk-duduk. Mulailah saya ta'awudz dan membaca surah Al Naazi'aat ayat 1 sampai 10. Saat ini memang Ukkaasyah sedang berproses menghafal surah itu. Pagi itu ia menambahkan bacaan 5 ayat. Meski tidak terlalu lama, saya sedang berusaha menjaga kontinyuitasnya. Semoga membekas dalam kehidupan dan kepribadian anak-anak. Amien yaa Rabb. [nas]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar