Senin, 14 Januari 2013

INDAHKAN CARANYA

Pagi itu kami bertiga baru menyelesaikan agenda mengantar kue subuh. Sekitar jam 5.45 WIB kami disambut Unaisah yang sedang disuap Umi. Saya masuk ke rumah, sedangkan Utbah dan Ukkaasyah masih berada di teras. 

Perjalanan pulang dari mengantar kue saya bertanya kepada Ukkaasyah, "Mas, kegiatan setelah mengantar kue apa?". "Mandi", jawab Utbah lebih dulu disambung Mas Ukkaasyah yang juga mengatakan hal yang sama. Harapan saya, komunikasi verbal ini menjadi pengingat tanggung jawab pribadi anak-anak. Agar mereka menyadari bahwa mandi itu bukan lantaran ada perintah ayah atau umi. Atau bahkan mandi jika ada hentakan keras dari orang tua. Mereka tumbuh dalam penyadaran tanggung jawab pribadi mereka sendiri. 

Setiba di rumah saya kembali mengingatkan untuk kali kedua. "Mas, kegiatannya apa sekarang?", sambil menyiapkan keperluan pribadi saya. "Mandi", jawabnya singkat seraya menuju tempat mandi

Dinamika pun berjalan. Saya asyik berdiri sambil baca headline koran. Umi masuk ke rumah dan mendapati di dalam gelas minum Unaisah ada kapas. Umi langsung menuju Ukkasyah dan, "Mas Ukkaasyah masukkan kapas ke gelas Unaisah ya?", tanya umi. Saya menyimak

Lalu terdorong untuk mencoba membantu menyelesaikan. Karena saya merasa pertanyaan umi dapat dipahami sebagai tuduhan. Coba redaksinya diubah sedikit, "Kira-kira tempat kapas ada di mana ya? Kok umi menemukan kapas di dalam gelas minum unaisah? Mungkin ada yang bisa bantu umi?", mungkin akan berbeda.

Saya mendekati umi dan mengatakan, "Anak-anak jelas tidak tahu, pulang dari antar kue mereka langsung ke tempat mandi", ucap saya berusaha mendudukkan persoalan. Umi bersikap keras dengan ungkapan bahwa dirinya tidak menuduh Ukkaasyah tapi bertanya. Saya jadi terkejut. O, mungkin saya kurang indah dalam menegurnya. Maka indahkan cara kita berkomunikasi dengan pasangan kita dan anak-anak. Maksud baik tapi cara kurang indah, boleh jadi yang menerima kurang berkenan. 

Saya meminta maaf kepada umi. "Maaf umi atas kejadian tadi", ungkap saya lirih. "Ya udah", katanya. [nas]   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar