Selasa, 15 Januari 2013

RUMAHNYA BAHAGIA




Gambar: http://rumah.jasablog.net
 Semua perabotan rumah tangga amat lengkap. Kulkas 2 pintu yang berada di ruang makan memudahkan penghuni rumah selesai makan mengambil minuman dingin atau buah segar. Kamar tidur berpendingin plus penghangat menyempurnakan istirahatnya. Kamar mandi di dalam memanjakan penghuninya. Pilihan shower atau kolam mandi air hangat serasa di hotel berbintang-bintang.
Ruang keluarga begitu nikmat. Sofa elegan pabrikan ternama dengan warna cerah begitu menawan. Permadani dilengkapi bantal-bantal empuk berada di depan Smart TV teknologi terbaru. Di sebelahnya ada rak buku dan majalah yang tersusun rapi. Ruang untuk menikmati kebersamaan keluarga.
Fasilitas di rumah ini mengidentifikasi pemiliknya bukan orang sembarangan. Dilihat dari barang-barangnya bukan berkebangsaan Indonesia. Apalagi kendaraan yang setiap hari ia tumpangi, wajib up to date berdasarkan informasi World Biggest Motor Show di negeri seberang. Sepertinya penghuni tumah ini mampu berbenah fisik dengan sempurna.
Tapi mendadak saya terhenyak. Teriakan di ruang makan membungkam seisi rumah. Bentakan dan cercaan dilempar kemana-mana. Salah sedikit kata-kata kasar selalu keluar. Terlambat sekadar 5 menit saja dari janji semula, murka yang kemudian bicara. Tak ada pagi ceria di rumah ini. Siang pun hampa terasa. Sore dan malam pun tak ada senyum dan tawa.
Malang nasib benda-benda di rumah itu. Sekiranya mereka bisa memilih, mungkin saja tak sudi berada di rumah yang tidak ramah. Malang pula nasib penghuni rumah itu. Sepertinya ada yang mendesak untuk diluruskan.
Ayah bunda, ini tentang rumahnya bahagia. Sebenarnya bukan terletak di benda-benda fisik yang ternama tiada tandingannya. Rumahnya bahagia ada di jiwa. Tempat tinggal bahagia bukan di benda-benda itu. Bahagia seharusnya kita persilakan betah di jiwa kita. Wahai bahagia, rumahmu ada di jiwa. Jangan mau terusir oleh akhlaq tercela. Biarkan kesombongan, angkuh, tergesa-gesa, bodoh, dan ragu-ragu pergi selamanya. Dan bahagia tetaplah tinggal di rumahnya bahagia, di jiwa. [nas]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar