![]() |
| Gambar: 4.bp.blogspot.com |
Angkat telepon lagi. Nada sambungnya agak aneh, "Maaf periksa kembali nomor yang anda putar", loudspeakernya mengirim kabar ke telinganya. Nomor tidak terdaftar. Nomor di luar jangkauan. Nomor yang anda putar salah. Nomor ini tidak aktif lagi. Hebatnya, ia tetap semangat membuka daftar nomor telepon yang ia kantongi ke mana-mana.
Dari obrolan di telepon sangat kental aroma marketing gaya multi level. Ternyata Pak Pardi adalah seorang marketing Umrah dengan uang muka 3,5 juta. Menjalin relasi dan koneksi.
Soal umrah dengan modal awal 3,5 juta bukan yang hendak saya bicarakan. Soal semangatnya itu lho.Mengapa orang setua dia, 55 tahun (estimasi) masih cekatan, rela berkorban, dan antusias dalam berusaha. Sementara banyak sekali anak-anak muda yang lemah semangat, kurang bergairah, minta dikasihani, dan menunggu uluran kebaikan orang lain.
Sudauh sepatutnya yang muda seharusnya lebih bersemangat, lebih banyak ide, lebih cekatan, lebih banyak berkorban, dan jemput rizki. Jangan menunggu. Jadilah pemuda yang bersemangat! Produksilah semangatmu setiap hari dengan ketulusan. Wallahu a'lam.

...kadang karakter itu bisa saja terbentuk sejak dini....kmudian termatangkan dg pelatihan, pengalaman dan kebutuhan yang mmg harus dilakoni spt itu.... namun ada pula ketika sso berubah skian prosen atau sekian derajad...krn setelah mengalami permasalahan, persoalan, cobaan atau ujian membuat dia tersadar sedemikian rupa baiknya dan semangadnya atau empati kwalitas tinggi melekat dalam dirinya dalam mghadapi keseharian hidupnya.....dan itu org-2 terpilih... :))
BalasHapus